Parkir Mahal Belum Tentu Aman

December 17, 2008 at 5:47 pm 3 comments


Anda yang gemar pergi ke mall tentu pernah mengalami sulitnya mencari tempat parkir, apalagi pada akhir pekan. Tidak jarang, anda terpaksa harus keluar lagi karena tempat parkir sudah penuh dan tetap harus membayar tarif parkir jam pertama.

Oleh : LusianaIndriasari Editorial KOMPAS

Pemilik kendaraan sebaiknya segera lapor polisi jika kendaraannya rusak atau hilang di areal parkir. Bila mendapat kesulitan, mereka bisa juga melapor ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. Suasana tempat parkir mobil di areal parkir mall di Jakarta.

Mereka yang tidak ingin repot, biasanya memilih menggunakan jasa parkir berbantuan (valet parking). Seorang petugas akan membantu memarkirkan mobil anda, sementara anda bisa langsung melenggang.

Meski kelihatan nyaman, ternyata parkir yang dikenai tarif sekitar Rp. 15.000 sekali masuk (belum termasuk tarif parkir per jam) ternyata belum tentu aman. Mobil seorang teman, bemper belakangnya pecah setelah diparkirkan oleh petugas parkir berbantuan di sebuah mall di Jakarta Pusat.

Kasus lain, seorang bapak mengeluh karena mobilnya dicongkel di area parkir di sebuah pusat perbelanjaan di Serpong-Tangerang. Barang-barang didalam mobil raib dicuri orang.

Keluhan tentang buruknya pengelolaan parkir di areal parkir yang dikelola swasta bukan kali ini saja terdengar. Di berbagai media masa atau mailing list (milis) pribadi, cerita tentang pengelola parkir yang tidak mau bertanggung jawab sering menjadi bahan obrolan.

Selain kerusakan dan kehilangan, pengaturan parkir yang berdesak-desakkan juga sering di keluhkan. Pada jam-jam makan siang, misalnya, banyak orang memarkir kendaraannya sembarangan. Meskipun sudah diberi garis, sering kali orang memarkir mobilnya di depan mobil lain. Ini menyulitkan mobil yang akan keluar. “Masak mau keluar harus dorong-dorong mobil dulu, “ kata Andri, warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kewajiban pengelola

Persoalan parkir swasta, menurut Tulus Abadi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), adalah persoalan lama yang sampai sekarang belum terselesaikan. Keamanan kendaraan di tempat parkir, kata Tulus merupakan kewajiban pengelola parkir karena pihak pengelola telah memungut sejumlah uang dari pengguna parkir.

Soal kehilangan dan kerusakan, jauh-jauh dari pihak pengelola parkir sudah menyatakan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul, baik kerusakan maupun kehilangan kendaraan. Pernyataan ini bisa dilihat di karcis tanda masuk parkir. Corporate Communication Executive Secure Parking Fitri Damayanti mengungkapkan, pengelola parkir adalah perusahaan yang mengelola parkir off street (bukan parkir di pinggir jalan), bukan penitipan barang. Dengan demikian, segala kerusakan atau kehilangan barang atau kendaraan bukan tanggung jawab pengelola parkir semata.

Menurut Tulus, pengelola parkir berani menyatakan tidak bertanggung jawab karena Peraturan Daerah Pemprov DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 1999 menyebutkan, “Kehilangan kendaraan dan atau barang-barang yang berada di dalam kendaraan atau rusaknya kendaraan selama di petak parkir merupakan tanggung jawab.pemakai tempat parkir”.

Hal ini, kata Tulus, bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Undang-Undang tersebut mengatur hak-hak konsumen, di antaranya hak-hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan atau jasa.

“Perda itu cacat hukum. Seharusnya perda tak bisa mengalahkan undang-undang.” Kata Tulus.

Meski ada pernyataan tidak bertanggung jawab, menurut Tulus, pengguna jasa parkir bisa meminta ganti rugi kepada pengelola parkir dengan cara melaporkan kerusakan atau kehilangan ke polisi atau ke YLKI. Jika memang terbukti kerusakan atau kehilangan terjadi di areal parkir, pihak pengelola mau tidak mau harus mengganti sesuai kerugian.

Lapor ke polisi, menurut Fitri, adalah cara penyelesaian yang baik. Agar sama-sama tidak ada yang dirugikan, pihak Secure Parking selalu meminta bantuan polisi untuk menyelidiki kerusakan atau kehilangan barang/kendaraan di tempat kejadian. Jika memang hasil penyelidikan polisi menunjukkan kehilangan terjadi di areal parkir yang dikelola Secure Parking, pihaknya akan mengganti kerusakan atau kehilangan dengan nilai barvariasi.

Cara ini ditempuh Secure Pariking karena banyaknya pengguna jasa parkir mengaku barang atau kendaraannya hilang atau rusak di tempat parkir, padahal kejadiannya di tempat lain.

Asuransi

Tingginya jumlah kendaraan bermotor di Jakarta membuka peluang bagi pengusaha mengambil banyak keuntungan dari lahan parkir. Di Jakarta, jumlah kendaraan roda empat 4 juta kendaraan, sedangkan jumlah sepeda motor mencapai 5,5 juta kendaraan.

Keuntungan yang diraih pengusaha, menurut Tulus, seharusnya disertai tanggung jawab terhadap keamanan dan kenyaman pengguna jasa parkir. Tulus mengingatkan, selama ini pengelola parkir hanya mengambil satu ketentuan dari Perda Nomor 5 Tahun 1999 yang menyebutkan kerugian ditanggung sendiri oleh pemilik kendaraan.

Padahal, masih ada dua ketentuan lagi dalam Perda yang seharusnya diikuti pengelola parkir, yaitu pengelola parkir wajib menjaga keamanan kawasan parkir. Selain itu, pengelola juga di rekomendasikan bekerja sama dengan perusahaan asuransi untuk mengganti kerusakan atau kehilangan kendaraan. Namun, sampai sekarang belum banyak pengelola parkir swasta yang mengikuti aturan tersebut.

—o0o—


Pintas:


Entry filed under: Info, Kendaraan. Tags: .

Tips Mencari Hilangnya USB Drive Letter di Windows XP Jaga Keamanan Kendaraan

3 Comments Add your own

  • 1. cupu  |  February 9, 2009 at 3:21 pm

    yupZ…
    bner mass……
    kadang kadang klo parkir…..
    mahalan biaya parkir helm ( titip helm )
    dari pada parkir motor ….. ^)^

    Reply
    • 2. Herman S.Y  |  February 9, 2009 at 4:45 pm

      @cupu
      Mahalan biaya nitip helm, masa sih bro? memangnya penitipan helm udah make “secure park” (*eh salah denk, “secure helmet”)??? wah saya blum tau tuh bro… (coz ampe skr kalau saya parkir motor di mall atau di tempat umum, naro helm slalu di box.)
      Repot juga kalau biaya penitipan helm udah mahal ketimbang parkir motornya itu sendiri. Ehm.. padahal mahalan motornya ketimbang helmnya..😛

      Reply
  • 3. Jaga Keamanan Kendaraan | Herman SY  |  February 15, 2016 at 3:54 pm

    […] Parkir Mahal Belum Tentu Aman […]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Assalammu’alaikum…

"Raihlah ilmu yg bermanfaat walaupun hanya 1 kalimat..."

benderaindonesia

Sponsor

Toko Spare Part Mercedes Benz (Mercy) Murah

Toko Spare Part Mercy Murah (Bus & Truk) - Bogor - UD. Utari Jaya
 

Tukang Taman Murah & Profesional

tukang taman murah-jasa tukang taman-kolam-gazebo jakarta,bogor,depok,tangerang,bekasi Tukang Taman Bogor - Twitter
Peta

chat me on Y!M

WebLogz Stats

  • 181,652 visitors

Jejak Pengunjung

IP

WebLogz Traffic

free counters

Teng-Qyu

Makasih banyak ya dah mampir ke blog-ku, Mudah-mudahan ga bosen ya... (^o^) ...

friendly-blogger-award-2009
Thanx to Mas Won Bin
["Wong Bingungan"]



© Dec 2008-2016
Herman S.Y Indonesia

Jng Lupa Commentnya ya... biggreen

%d bloggers like this: